BAHAYA NARKOBA DAN PENANGGULANGANNYA

5 Oct

A. Bahaya Narkoba

Narkoba dan Psikotropika adalah obat atau bahan kimia yang digunakan khususn untuk pengobatan dan ilmu pengetahuan,namun zat adiktif yang dipergunakan ini dapat menimbulkan ketergantungan psikis,seperti halnya minuman keras dan rokok.Banyak sekali penyalahgunaan obat-obat terlarang dewasa ini dan dapat merusak mental dan fisik seseorang,mereka yang selalu terlibat dalam pemakaian obat terlarang ini umumnya mental dan spritualnya tidak bisa dipertanggungjawabkan dan selalu melakukan tindak kejahatan bahkan kriminal.Bentuk-bentuk kejahatan yang sudah biasa dilakukan dan merugikan orang lain karena dibawa pengaruh obat yang merugikan tersebut.

Narkoba singkatan dari narkotika dan obat-obatan yang berbahaya,termasuk penggunaan candu,morfin dan kokain,kesemuanya apabila disalahgunakan akan menimbulkan ketergantungan dan merugikan bagi si pemakai,menimbulkan ketagihan yang pada akhirnya akan merusak diri seseorang.

Secara fisik bahaya dari penyalahgunaan obat berbahaya dan narkotika adalah:kemerosotan fisik,seperti kurang gizi,badan kurus karena kurang nafsu makan,ia hanya mau suplai obat-obatan saja;mudah terinfeksi karena kurang memperdulikan kesehatan,seperti penggunaan jarum suntik tidak steril,lemahnya daya tahan tubuh hingga mudah terserang penyakit seperti TBC,bronchotis dan sebagainya.Dan lebih berbahaya lagi apda kerusakan mentalitas seserorang,umumnya pencandu narkoba akan mengalami kemunduran menta,tidak bijaksana,banyak mengalami problema hidup dan tantangan yang sulit diselesaikan,mereka mencari penyelesaian dengan narkoba,kepercayaan diri menjadi hilang,akhirnya masa depan dirinya jadi hancur dan dibayangi penderitaan.

Penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan berbahaya umumnya berkisar pada usia remaja umur antara 13-17 tahun.bahkan semua umut dari anak-anak sampai orang tua,mereka terlibat dalam obatan tersebut karena beberapa sebab antara lain:kurangnya pengawasan orangtua dirumah (kesibukan kerja),kurangnya didikan agama spritual,pengaruh teman,keinginan nafsu,kehendak diri ingin coba-coba,dan mudahnya mendapatkan obat-obatan berbahaya tersebut dan sebagainya.

Generasi muda sekarang sangat cepat terpengaruh dan mengikuti trend masa kini,ia kurang mengerti bahayanya narkotika,ia tak memikirkan orang lain disekitarnya juga menderita.Buddha berkata bahwa hidup didunia ini adalah derita,janganlah kita mencari penderitaan yang sudah jelas bentuknya.Akibat dari terlibat narkotika bukan saja bagi diri sendiri,tetapi bagi orangtua,keluarga,teman dan masyarakat.Karenanya hindarilah Narkoba,sebelum terlibat dan terpengaruh.

Pembinaan dan bimbingan agama tidaklah kurang dilaksanakan oleh pimpinan agama,ulama,pandita,tokoh agama dan tokoh masyarakat,namun perbuatan yang melanggar susila dan tidak bermoral tetap saja terjadi,entah kapan akan berakhir.Dimana letak hati nurani kita sebenarnya,atau kita lupa akan hukum Karma,Hukum alam yang akan menghukum setia perbuatan kita.

B. Upaya pencegahan narkoba

Lingkungan sosial dan budaya yang tidak positif sebagai faktor resiko remaja untuk terjebak dalam perilaku merokok, minumminuman keras, pengguna narkoba, seks sebelum menikah, dan lain-lain. Pada usia remaja, pertumbuhan fisik terjadi secara cepat (growth spurt), adapun perbedaan pertumbuhan fisik antara laki-laki dan perempuan terletak pada pertumbuhan organ reproduksi, dan ini berpengaruh terhadap berbedanya produksi hormon, penampilan serta bentuk tubuh. Sedangkan perubahan psikososial (kejiwaan) pada remaja bersifat selalu ingin tahu, sikap protes, setia kawan, labil dan berubah-ubah, serta berfikir abstrak. Deteksi dini terhadap penyalahgunaan narkoba dapat dilihat pada perubahan sikap/perilaku, antara lain prestasi sekolah menurun, pemarah, pemalas, perubahan pola tidur, sering pulang larut malam dll. Perubahan fisik, seperti badan kurus, pucat, mata dan hidung berair. Ditemukan narkoba atau peralatan penggunaan narkoba. Bagi orang tua jika menemukan anaknya pengguna narkoba maka jangan panik, jangan marahi atau menghukum anak. Dekatilah dan ajak bicara agar anak mau terus terang. Bila gejala sudah berlarut hubungi dokter/psikiater. Bila keadaan medis sudah teratasi, pikirkan rehabilitasi secara bertahap (mengembalikan anak ke lingkungan masyarakat). Bagi guru jika menemukan siswanya pengguna narkoba maka dekatilah agar siswa mau berterus terang menceritakan masalahnya. Jangan mengucilkan siswa. Lakukan konseling. Bina kerja sama dengan orang tua. Masalah penyalahgunaan narkoba khususnya pada remaja merupakan ancaman yang sangat mencemaskan, karena akan merusak masa depan bangsa, dan ini merupakan masalah nasional yang harus ditanggulangi secara terpadu dan membutuhkan kerja sama lintas program dan lintas sektor. Upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba harus dilakukan baik dilingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Ada tiga hal yang harus diperhatikan ketika melakukan program anti narkoba di sekolah.  Yang pertama adalah dengan mengikutsertakan keluarga. Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa sikap orangtua memegang peranan penting dalam membentuk keyakinan akan penggunaan narkoba pada anak-anak.  Strategi untuk mengubah sikap keluarga terhadap penggunaan narkoba termasuk memperbaiki pola asuh orangtua dalam rangka menciptakan komunikasi dan lingkungan yang lebih baik di rumah.  Kelompok dukungan dari orangtua merupakan model intervensi yang sering digunakan.

Kedua, dengan menekankan secara jelas kebijakan “tidak pada narkoba”.  Mengirimkan pesan yang jelas ”tidak menggunakan” membutuhkan konsistensi sekolah-sekolah untuk menjelaskan bahwa narkoba itu salah dan mendorong kegiatan-kegiatan anti narkoba di sekolah. Untuk anak sekolah harus diberikan penjelasan yang terus-menerus diulang bahwa narkoba tidak hanya membahayakan kesehatan fisik dan emosi namun juga kesempatan mereka untuk bisa terus belajar, mengoptimalkan potensi akademik dan kehidupan yang layak.

Terakhir, meningkatkan kepercayaan antara orang dewasa dan anak-anak.  Pendekatan ini mempromosikan kesempatan yang lebih besar bagi interaksi personal antara orang dewasa dan remaja, dengan demikian mendorong orang dewasa menjadi model yang lebih berpengaruh.

C. Cara Penyelesaian dalam Penggunaan Narkoba

Data kematian akibat overdosis juga cukup tinggi. Data Badan Narkotika Nasional (2007) menyatakan ada sekitar 15.000- 20.000 kematian per tahun akibat narkoba. Ini berarti ada ‘harm‘ lain yang sebenarnya perlu juga ‘direduksi’.

Belum lagi dampak buruk ekonomi yang ditimbulkan narkoba. Masalah ini pernah diangkat menjadi sebuah tema menarik. Beberapa ahli pernah menghitung dana yang dibutuhkan untuk menyediakan jarum suntik bersih di Indonesia, dan angkanya mencapai Rp30 miliar per tahun. Angka ini di luar biaya untuk terapi metadon yang berada di kisaran Rp600 ribu-800 ribu per bulan untuk satu orang penasun. Jika ada 1 juta orang penasun menerima terapi substitusi, ini berarti dibutuhkan Rp600 miliar- 800 miliar per bulan!

jika kita melihat jumlah kematian akibat HIV/AIDS, menurut UNAIDS (2006), ada sekitar 22,8% atau sekitar 1.885 orang dari 8.194 orang yang terinfeksi. Walaupun data yang saya miliki tidak merinci berapa persen dari 1.885 orang yang meninggal itu penasun, di sini kita dapat melihat bahwa jumlah pecandu yang meninggal karena ‘harm yang lain’ ini kira-kira sepuluh kali lipat dari yang meninggal karena AIDS itu sendiri. Untuk itu kita harus mendukung gerakan sosialisasi anti NARKOBA !!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: